HD-TVI atau High Definition – Transport Video Interface adalah teknologi terobosan baru dalam dunia CCTV, teknologi ini telah memiliki kemampuan mengantarkan video dengan kualitas gambar definisi tinggi. Jika pada teknologi yang sebelumnya seperti teknologi HD-SDI yang kebanyakan ada pada CCTV Analog.

CCTV Analog merupakan alat instalasi CCTV yang sudah mengisi pasaran pada masa emasnya, banyak orang yang menggunakannya untuk membantu dalam memperkuat system keamanan beberapa pihak. Hasil rekaman kamera juga tidak begitu buruk, instalasinya cukup mudah, harganyapun terbilang murah, jika diinstalasikan menggunakan kabel coaxial dengan jarak maksimal 100 meter pun masih dapat menghasilkan gambar yang bagus ditambah sudah support untuk system Cloud Station. Meskipun demikian namun tetap saja CCTV Analog ini tidak dapat menjawab semua kebutuhan user CCTV yang semakin berkembang semakin haus pula dengan teknologi yang lebih canggih.

Teknologi HD-TVI ini pertama kali diciptakan pada tahun 2012 oleh Techpoint, Techpoint berhasil menciptakan sebuah teknologi CCTV terobosan baru kedalam bentuk chipset. System penjualan chipset yang terbuka dan menuntut sistem standar yang dibuat oleh TechPoint maka siapapun dapat memasang perangkat HD-TVI sendiri walaupun brandnya berbeda. Inilah keunggulan pertama dari HD-TVI dapat dipasang walaupun Camera CCTV (HD-TVI) dan DVR-nya memiliki merek yang berbeda.

Dengan melihat kebutuhan pasar yang haus akan adanya perkembangan teknologi yang lebih canggih, Avtech pun turut mengadopsi chipset buatan Techpoint dan turut meramaikan pasar CCTV dengan teknologi HD-TVI pada tahun 2014.

Teknologi HD-TVI tak hanya menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan teknologi yang lebih canggih namun juga menjawab beberapa permasalahan yang dialami oleh user CCTV HD-SDI. Untuk lebih jelasnya ini adalah beberapa permasalahan pada instalasi HD-SDI:

  1. Panjang kabel maksimal 100 meter untuk mendapat kualitas gambar maksimal yang bagus.
  2. Mengharuskan instalasi dengan kabel coaxial high quality.
  3. Transmisi penyaluran video kurang stabil.
  4. Perangkat CCTV diharuskan satu merk
  5. Jika ingin menghubungkan melalui kabel lain seperti RS-485 atau twisted cable perlu perangkat tambahan berupa Converter.
  6. DVR (HD-SDI) tidak bisa melakukan penerimaan gambar dari resolusi CCTV (HD-SDI) yang berbeda, sebagai contoh : CCTV “A” (1080p), CCTV “B” (720p) penggabungan operasi CCTV dengan resolusi yang berbeda seperti contoh tidak dapat dilakukan di waktu yang sama.

Dan HD-TVI ini berhasil menyelesaikan permasalahan yang muncul instalasi CCTV pada teknologi HD-SDI, seperti :

  1. Dengan teknologi HD-TVI CCTV dapat diinstalasikan dengan jarak maksimal 500meter dengan kualitas pengantaran gambar video tetap terjaga.
  2. Kabel coaxial tidak dituntut dengan kualitas tertentu.
  3. Transmisi lancar tanpa kendala. Dengan demikian kemungkinan terjadinya VLoss sangat kecil.
  4. Mudah di upgrade untuk Analog ke HD, jadi HD-TVI lebih fleksibel. Perangkat tidak harus satu merek.
  5. Koneksi menggunakan RS-485 dan twister cable tidak harus menggunakan perangkat tambahan. Sehingga dapat dihubungkan tanpa melalui converter.
  6. Multi-resolusi : Mampu menerima gambar dari berbagai resolusi, sehingga CCTV (HD-TVI) tidak perlu disetting dengan resolusi gambar yang sama untuk menghemat memori di media simpan DVR (HD-TVI).
  7. Resolusi mencapai 2.0  megapiksel dengan keunggulan sangat jernih, tidak akan pecah jika dizoom out!

Kesimpulannya adalah teknologi HD-TVI ini hadir untuk menjawab permasalahan pada teknologi HD-SDI dan memberikan solusi yang lebih baik lagi.

Semoga bermanfaat!