Pada kesempatan kali ini kami CCTV Garuda Semarang mendapatkan sebuah informasi yang sangat menarik dalam bidang teknologi, khususnya tentang sebuah aplikasi yang tak banyak orang mengetahuinya. Kami CCTV Garuda Semarang mendapatkan informasi ini melalui sebuah rubric online, namun sayang berita ini tak diulas dengan lengkap jadi kami CCTV Garuda Semarang tertarik untuk mengulasnya lebih lengkap dan membagikan informasi ini pada Anda user CCTV! Dan inilah ulasan lengkap yang kami CCTV Garuda Semarang dapatkan,

WikiLeaks, sebuah aplikasi yang menyerupai surat kabar yang menuliskan dokumen-dokumen rahasia negara dan perusahaan  disitus webnya. Aplikasi ini terbilang sangat berani, pasalnya setiap kiriman di webnya mengungkap dokumen-dokumen rahasia yang sebenarnya tak akan pernah dijangkau oleh public, namun dengan anggotanya yang handal sehingga mampu meretas dan mengambil setiap dokumen rahasia dan hal inilah yang mengundang munculnya kontroversi.

Meskipun domainnya mengandung “wiki” namun aplikasi ini tak ada hubungannya sama sekali dengan WikiPedia maupun yayasan WikiMedia. Organisasi ini bermarkas di Stockholm, Swedia. Situs WikiLeaks diluncurkan secara resmi pada Desember 2006 oleh disiden politik Cina, jurnalis, matematikawan, dan ahli teknologi dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Para pendiri dan orang-orang yang tergabung dalam organisasi ini tidak pernah disebutkan namun artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur WikiLeaks.

Pendiri WikiLeaks

WikiLeaks digawangi oleh beberapa orang, namun yang dimunculkan kepublik hanya seorang saja yaitu Julian Assange. Julian Assange dipilih untuk mewakilkan WikiLeaks di publik karena keadaan dirinya yang tidak memiliki rumah ataupun keluarga sehingga dianggap merupakan sosok yang tepat. Sementara itu, pendiri WikiLeaks yang lainnya memilih untuk tidak mengungkapan identitasnya karena dapat membahayakan keselamatan keluarga mereka.

Assange juga menjabat sebagai direktur dan anggota dari Dewan Penasehat WikiLeaks. Sebelum mendirikan WikiLeaks, Assange yang berasal dari Australia merupakan seorang penerbit dan jurnalis.  Nama domain untuk WikiLeaks didaftarkan pada 4 Oktober 2006 namun situs webnya baru diluncurkan secara resmi pada Desember 2006.

Pada awalnya, situs WikiLeaks menggunakan jasa layanan hosting yang disediakan oleh PRQ yang berbasis di Swedia. PRQ memberikan jasa hosting yang aman tanpa mempertanyakan atau menyimpan informasi mengenai kliennya. Setelah mendapatkan serangan DoS pada servernya, WikiLeaks pun beralih pada Amazon. Namun Amazon berhenti menjadi penyedia situs WikiLeaks pada 1 Desember 2010, tiga hari setelah situs tersebut menerbitkan kawat diplomatik Amerika Serikat. Pemberhentian ini dilakukan atas permintaan Joe Lieberman, ketua Komisi Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintahan AS kepada Amazon. Lieberman pun menyarankan agar perusahaan ataupun organisasi lainnya mengikuti langkah Amazon yang memutuskan hubungan dengan WikiLeaks. Amazon menyatakan pemutusan hubungan tersebut dikarenakan WikiLeaks melanggar ketentuan pelayanan dari Amazon.

Markas utama WikiLeaks berlokasi di pusat data Pionen di Vita Bergen atau White Mountains di Stockholm, Swedia. Negara Swedia dipilih sebagai lokasi dari markas WikiLeaks dikarenakan hukum negara tersebut yang mendukung kebebasan pendapat. Di Swedia, otoritas tidak dapat mempertanyakan sumber dari suatu cerita dan WikiLeaks maupun orang-orangnya tidak dapat diadili karena menyebarkan informasi yang sensitif

Pada tahun pertamanya, situs WikiLeaks menerima sebanyak 1,2 juta dokumen dan kini menerima 10,000 dokumen setiap harinya. Pada awal pendiriannya, situs WikiLeaks menggunakan mesin MediaWiki yang digunakan juga pada situs Wikipedia. Hal ini memungkinkan siapa saja menaruh dokumen pada situs tersebut tetapi tanpa diketahui identitasnya. Dokumen pertama yang dibocorkan oleh WikiLeaks adalah sebuah keputusan oleh Uni Pengadilan Islam Somalia yang mengharuskan pengeksekusian beberapa pejabat Negara.

Pada Juli 2010, situs ini mengundang kontroversi karena pembocoran dokumen Perang Afganistan. Data yang tersebar meliputi dokumen yang berisi ratusan penduduk sipil yang meninggal dalam insiden yang tidak dilaporkan, badan intelijen Pakistan yang diduga membantu Taliban dan ketakutan NATO akan kemungkinan Pakistan dan Iran menginisiasi pemberontakan. Gedung Putih Amerika merespon hal ini dengan mendorong WikiLeaks agar berhenti membocorkan dokumen tersebut karena dapat membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat.

Selanjutnya, pada Oktober 2010, hampir 400.000 dokumen Perang Irak dibocorkan oleh situs ini. Pada November 2010, WikiLeaks mulai merilis pembocoran kawat diplomatik Amerika Serikat. Dan ini beberapa data yang dipublikasiakan dengan berani oleh WikiLeaks yang berhasil kami CCTV Garuda Semarang dapatkan.

  • Data Nasabah Bank Julius Baer

Pada 17 Januari 2008, WikiLeaks menerbitkan data rekening milik 2000 orang terkemuka yang terdaftar di Bank Julius Baer cabang Kepulauan Cayman. Bank Julius Baer merupakan sebuah bank swasta berbasis di Zurich, Swiss yang telah berdiri sejak 1890. Data yang diterbitkan berasal dari periode 1990-2009 dan mencakup rekening milik perusahaan multinasional, perusahaan keuangan, dan orang-orang kaya dari banyak negara termasuk dari Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman. Walaupun tidak diketahui secara pasti aktivitas apa yang terdapat dalam data tersebut, perwakilan WikiLeaks menyatakan bahwa data tersebut telah mengungkapkan penghindaran pajak, penyembunyian tindak pidana, pencucian uang dan perlindungan aset bagi mereka yang tidak akan terlindungi lagi oleh politik. Data tersebut kemudian diketahui berasal dari Rudolf Elmer, pegawai Bank Julius Baer cabang Kepulauan Cayman hingga Desember 2002. Beberapa nasabah bank tersebut pun sempat diinvestigasi oleh otoritas pajak Jerman setelah Elmer mengirimkan surat tanpa nama berisi data rekening dan alamat nasabah ke kantor pajak Jerman.

  • Surel Sarah Palin

Akun surat elektronik milik Sarah Palin, kandidat Wakil Presiden Amerika Serikat pada Pemilihan Umum 2008 berhasil diakses oleh peretas pada September 2008. Cuplikan layar dari pesan, kotak masuk, kontak, dan foto keluarga di surel tersebut pun diterbitkan oleh WikiLeaks. Alamat surel yang berhasil dimasuki adalah gov.palin@yahoo.com. Peretas yang menerobos ke surel Palin mengetahui bahwa ia menggunakan akun Yahoo setelah membaca pemberitaan di media cetak dan kemudian mencari tahu mengenai Palin lewat Google dan Wikipedia. Ia mencari jawaban dari pertanyaan keamanan yang ditanyakan oleh Yahoo apabila pengguna akun lupa kata sandi, seperti kapan bertemu dengan pasangan, tanggal lahir dan kode pos. Setelah penyelidikan yang dilakukan oleh FBI, diketahui bahwa yang memasuki akun Palin adalah seorang mahasiswa bernama David Kernell. David yang merupakan anak dari Senator Mike Kernell sedang menempuh pendidikan ekonominya di Universitas Tennessee ketika itu. Setelah persidangan, David dinyatakan bersalah dan mendapat hukuman tahanan selama setahun satu hari dan masa percobaan selama tiga tahun.

  • Video Helikopter Apache

Pada April 2010, WikiLeaks mempublikasikan video yang memperlihatkan helikopter apache Amerika menembaki penduduk sipil di Baghdad. Penembakan yang terjadi pada 12 Juli 2007 tersebut membunuh fotografer Reuters yaitu Namir Noor-Eldeen dan supirnya Saeed Chmagh. Helikopter tersebut sedang patroli di area dimana terjadi pertempuran sebelumnya. Para awak helikopter melihat sekumpulan orang yang sedang berjalan dan mengira bahwa kamera yang dibawa Namir dan Saeed adalah granat berpeluncur roket dan mulai menembaki mereka dengan meriam 30mm. Sebuah van yang sedang lewat kemudian berusaha menyelamatkan para korban namun van tersebut ditembaki juga sehingga melukai dua orang anak kecil yang berada di dalamnya. Video penembakan ini dibocorkan oleh Bradley Manning, seorang tentara Amerika, kepada WikiLeaks. Manning kemudian ditangkap dengan tuduhan "mengirimkan data rahasia" dan "menyalurkan informasi pertahanan negara kepada sumber yang tidak dipercaya".

  • Berkas Guantanamo

Dokumen yang memuat informasi mengenai 764 tahanan di Penjara Guantanamo, Kuba dikeluarkan oleh WikiLeaks dan diserahkan juga kepada harian The Telegraph dari Inggris pada 25 April 2011. Dokumen tersebut memuat data tahanan sejak penjara tersebut dibuka pada 2002 dan membeberkan adanya 35 orang yang diindoktrinasi di sebuah Masjid di Inggris dan ikut berperang di Afganistan serta 150 orang tidak bersalah yang turut dipenjara.

  • Kitab Suci Scientology

Pada 2008, WikiLeaks membeberkan 'kompilasi kitab suci Scientology' termasuk praktek-praktek kontroversial di Gereja.  Pengacara dari Church of Scientology mencoba mendesak WikiLeaks untuk mencabut informasi tersebut. Namun, WikiLeaks menolaknya.

  • Surat Elektronik Unit Penelitian Iklim

Lebih dari 1.000 surat elektronik dikirim dalam 10 tahun oleh staf di Unit Penelitian Iklim dari University of East Anglia dipublikasikan WikiLeaks setelah diakses seorang peretas. Surat elektronik tersebut menunjukkan para ilmuwan terlibat dalam rekayasa untuk mendukung argumen bahwa pemanasan global adalah nyata dan buatan manusia. Laporan tersebut dinilai sebagai skandal ilmiah terburuk dalam generasi tersebut. Akibat kasus tersebut, Kepala CRU Profesor Phil Jones mundur. Namun, karena penelitian menyebutkan Jones tidak terkait kasus itu, Jones akhirnya diangkat lagi.

  • Daftar Hitam Internet di Australia

Tahun lalu, ketika pemerintah Australia merancang "dinding api besar Australia" agar pengguna internet di negeri mereka tidak bisa melihat situs yang dianggap tidak cocok menurut pemerintah. WikiLeaks mendapatkan daftar tersebut. WikiLeaks pun mempublikasikannya meski ada peringatan dari Profesor Bjorn Landfelds dari University Sydney yang terlibat membuat daftar tersebut. Landfelds mewanti-wanti daftar tersebut "berisi ensiklopedia ringkas dari materi yang berpotensi sangat berbahaya" dan "mimpi buruk terburuk yang mengkhawatirkan para orang tua". Ternyata, item dalam daftar tersebut tidak mengandung pornografi anak atau semacamnya. Beberapa yang termasuk daftar tersebut adalah video-video YouTube, materi Wikipedia, situs agama pinggiran, bahkan situs agen perjalanan.

  • Laporan Trafigura Minton

Pada 2009, internet dihebohkan upaya perusahaan perdagangan minyak Trafigura untuk menghalangi publikasi studi internal mengenai dampak kesehatan terhadap pembuangan limbah di Afrika. Rancangan laporan yang ditulis konsultan ilmuwan John Minton menyebutkan proses kimiawi Trafigura yang digunakan untuk membersihkan limbah bahan bakar minyak ternyata dilakukan secara amatir dan meninggalkan kandungan sulfur yang berbahaya. Kandungan tersebut dikabarkan bisa membuat luka bakar yang parah di kulit dan lambung, diare, muntah-muntah, pingsan, dan kematian bagi orang. The Guardian memperoleh laporan tersebut, tetapi Trafigura mengajukan surat kabar tersebut ke pengadilan. Namun, WikiLeaks juga mendapatkan laporan itu. Dan dalam waktu hitungan jam, informasi yang tidak boleh dilansir The Guardian akhirnya tersebar lewat Twitter.

  • Keanggotaan BNP

Nama, alamat, dan pekerjaan 13.500 anggota British National Party yang beraliran kanan dirilis WikiLeaks pada 2008. Daftar tersebut termasuk beberapa nama polisi, petinggi militer, dokter, dan profesor. Daftar tersebut tersebar setelah petinggi militer memperingatkan bahwa politik BNP tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diusung militer Inggris. Salah satu orang yang berada dalam daftar tersebut dipecat setelah diketahui dia merupakan anggota BNP.

  • Data Pager 9/11

Lebih dari 500 ribu pesan pager yang dikirim Amerika Serikat pada serangan 11 September dipublikasikan WikiLeaks pada November 2009. Beberapa pesan tersebut berasal dari petugas federal dan pejabat lokal. Publikasi tersebut memicu debat apakah itu masuk kepentingan publik. Sebab, pesan-pesan itu mengungkapkan sesuatu yang bersifat pribadi seperti "saya baik-baik saja, saya cinta kamu.....". Juru bicara WikiLeaks berdalih pesan tersebut memperlihatkan gambaran penuh mengenai apa yang terjadi hari itu.

  • Dokumen Cara Mengecah Data Dibocorkan WikiLeaks

Militer Inggris mengeluarkan panduan untuk mencegah WikiLeaks membocorkan dokumen-dokumen resmi mereka tahun lalu. Dalam dokumen tersebut wartawan dianggap sebagai ancaman kepada keamanan. Beberapa pihak yang dianggap bisa membocorkan informasi rahasia adalah intelijen asing, penjahat, kelompok teroris, dan staf yang tidak puas.

Sebuah dokumen milik Pentagon juga menyebutkan WikiLeaks sebagai ancaman bagi keamanan nasional. Dokumen tersebut bocor dan didapatkan WikiLeaks.

Meskipun WikiLeaks dengan begitu rupa mengundang kontroversi dari berbagai arah yang terbilang dapat mengancam kelangsungan petualangannya dalam mempublikasikan dokumen penting dan rahasia dari berbagai parlemen penting seluruh dunia, WikiLeaks justru mendapatkan penghargaan karena dinilai sebagai hitam yang membela putih. Yang maksudnya dengan tindakan jahatnya sebagai peretas, namun tujuannya adalah memperlihatkan kepada public tentang kebenaran yang ditutupi. Ini adalah beberapa penghargaan WikiLeaks yang dapat kami CCTV Garuda Semarang dapatkan:

  1. New Media Award dari majalah Economist untuk tahun 2008.
  2. Pada bulan Juni 2009, WikiLeaks dan Julian Assange memenangkan UK Media Award dari Amnesty International (kategori New Media) untuk publikasi tahun 2008 berjudul Kenya: The Cry of Blood – Extra Judicial Killings and Disappearances, sebuah laporan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya tentang pembunuhan oleh polisi di Kenya.
  3. Pada bulan Mei 2010, New York Daily News menempatkan WikiLeaks pada peringkat pertama dalam "situs yang benar-benar bisa mengubah berita".
  4. WikiLeaks juga dinominasikan untuk mendapatkan Nobel Perdamaian tahun 2011, pemenang penghargaan tersebut diumumkan pada Oktober 2011

Demikian infromasi lengkap kami CCTV Garuda Semarang mengenai Aplikasi Pembocor Rahasia bikin Kontroversi. Semoga bermanfaat!!