Digital Video Recorder atau yang biasa kita kenal dengan DVR ini memiliki fungsi sesuai nama belakangnya Recorder, yang dalam bahasa Indonesia berarti Perekam(alat perekam) dan ini dikhusukan untuk merekam gambar kedalam media format digital kedalam harddisk, flash disk, kartu memori dan lain-lain. DVR tidak hanya digunakan untuk media perekam cctv saat terhubung dengan kamera, namun DVR dapat digunakan alat untuk merekam acara tv kesayangan anda DVR menggunakan harddrive untuk media penyimpanan rekaman video, pengguna dapat merekam acara televisi dengan memasukkan informasi seperti channel , waktu , dan tanggal dalam menu rekaman.

DVR bekerja keras untuk menjaga rekaman kamera dalam monitor agar tetap aman. DVR bekerja keras menampilkan setiap sisi kinerja CCTV dengan optimal. Kamera akan dapat menangkap setiap obyek dengan baik, menghasilkan proporsi video yang direkam secara optimal, bahkan dengan adanya DVR maka mampu dihubungkan ke perangkat internet.

Untuk itu kita perlu melakukan perawatan agar DVR yang kita instalasikan dapat memiliki usia pemakaian lebih lama dan terjaga performa kinerjanya. Berikut ini adalah langkah terbaik yang dapat dilakukan:

  1. Tempatkan DVR dalam keadaan yang luas dan mempunyai ventilasi yang baik untuk sirkulasi udara ruangan bahkan bila perlu lokasi penempatan DVR dilengkapi dengan pendingin ruangan agar suhu ruangan selalu dalam keadaan sejuk. Bila lokasi penempatan DVR sedikit terbuka (diluar ruangan), berdebu dan berminyak, maka harus lebih sering dibersihkan untuk menjaga performanya.
  2. Pastikan DVR ada terpasang Surge Protection untuk menghindari masalah yang timbul dari lonjakan listrik seperti akibat dari petir.
  3. Pasang Uninterruptible Power Supply untuk menghindari terjadinya kehilangan listrik secara mendadak akibat listrik padam sehingga memungkinkan DVR dapat dimatikan secara manual. Periksa berkala kondisi batere pada UPS dan bila perlu tambahkan juga unit stabilizer untuk menstabilkan tegangan listrik yang diasup DVR.
  4. Periksa bagian dalam DVR secara berkala sekali atau dua kali setahun untuk membersihkan mainboard dari debu dan kotoran. Bila memungkinkan, gunakan unit kompresor udara untuk membersihkannya.
  5. Periksa pada situs produsen CCTV anda apakah unit DVR yang terpasang mempunyai versi firmware terbaru. Firmware terbaru tentu akan membantu performa DVR apabila firmware sebelumnya ada bug, penambahan fitur, penambahan protokol, penambahan konfigurasi dan sebagainya. Pastikan pula firmware tersebut memang cocok untuk DVR yang terpasang.
  6. Gunakan password pada DVR untuk menghindari penggunaan yang tidak semestinya.
  7. Periksa ulang konfigurasi kompresi video, resolusi gambar, kualitas gambar, kerapatan gambar. Sesuaikan dengan kebutuhan anda untuk mengoptimalkan hasil rekaman.
  8. Periksa selalu jangka waktu rekaman saat akan dihilangkan/ditimpa apabila fitur overwrite aktif. Hal ini untuk menghindari terjadinya kehilangan data rekaman apabila pada jangka waktu tersebut ada suatu kejadian.
  9. Periksa kondisi HDD pada unit DVR. Bila perlu setiap 2 tahun sekali ganti unit HDD agar tidak terjadi masalah yang tiba-tiba timbul karena HDD rusak akibat operasional yang terus-menerus.
  10. Persiapkan selalu flashdisk, mouse, CD kosong untuk memudahkan pengoperasian saat proses backup data rekaman.
  11. Periksa selalu kondisi konektor-konektor kamera yang terpasang pada DVR.
  12. Pastikan alamat IP DVR tidak diketahui secara umum apabila DVR terhubungkan ke jaringan internet.
  13. Pastikan hanya satu atau dua orang yang bertanggung jawab secara penuh atas pengoperasian DVR.

Demikian kinerja DVR dan tips perawatannya, semoga bermanfaat!