Harddsik merupakan salah satu komponen penting dalam instalasi CCTV, fungsinya adalah sebagai media penyimpanan hasil gambar yang terekam oleh kamera CCTV yang terpasang. Namun dalam penggunaan harddisk ini kita harus sedikit hati-hati dan harus sering-sering melakukan back up data. Minimal kurang lebih 1 minggu sekali perlu dilakukan back up data agar data yang tersimpan tidak hilang bahkan mengalami gagal rekam.

Pasalnya kamera CCTV terus merekam dan harddsik pada DVR secara otomatis ikut menerima dapat rekam kamera CCTV selama 1x24jam penuh setiap harinya tanpa istirahat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk melakukan back up data tersebut.

  1. Jangan menggunakan fitur backup via USB.
  2. Gunakan fitur mirroring DVR jika ada.
  3. Sediakan hard disk tambahan sebagai media archive/ arsip/ backup.

 

Berikut penjelasan dari point diatas.Jangan menggunakan fitur backup via USB.

Apakah Anda tahu kecepatan maksimal transfer port USB DVR? Jangan samakan dengan port USB PC, karena kecepatan port USB DVR hanya 2 Mb/s. Berapa lama durasi proses backup dengan kecepatan tersebut? Berikut perhitungan kasarnya, walaupun sebenarnya masih banyak faktor yang lain.

Lama backup hard disk 500 GB adalah:

  • 500 GB = 500 000 MB
  • 500 000 MB / 2 MB = 250 000 s
  • 250 000 s / 3600 s = 69.44 Jam

Berarti untuk membackup hasil record dengan harddisk 500 GB memerlukan waktu kurang lebih 69,44 jam. Fakta dilapangan bisa saja lebih cepat dari perhitungan secara teoritis tapi tetap saja memakan waktu yang lama.

Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah harus dihentikannya proses record selama backup full 1 harddisk. Hal ini untuk menghindari looping atau error saat proses backup berlangsung.

Tidak seperti penggunaan harddisk pada PC, dimana proses writing sangat jarang, proses writing pada DVR dilakukan setiap detik. Ini menimbulkan panas. Tahukah anda semakin lama proses backup maka semakin besar kemungkinan untuk gagal backup. Hal ini menunjukan bahwa cara backup diperuntukan untuk mengambil/ mengcopy hanya video clip dengan durasi yang pendek.

Gunakan fitur mirroring DVR jika ada.

Fitur mirroring berfungsi untuk mengcopy rekaman secara otomatis saat proses rekaman berlangsung. DVR akan merekam ke 2 harddisk dengan isi yang benar-benar sama. Jika harddisk sudah penuh, maka harddisk yang berfungsi sebagai mirror dapat disimpan sebagai backup/ archive.

Sediakan harddisk tambahan sebagai media archive/ arsip/ backup.

Alih-alih menggunakan cara backup via port USB, gunakan harddisk tambahan sebagai media backup. Ganti harddisk internal DVR yang sudah penuh dengan harddisk baru/ kosong. Berapa banyak harddisk tambahan yang harus disediakan? Berikut perhitungannya.

Misalkan diperlukan backup/ archive rekaman selama 1 tahun.

Setting DVR supaya dapat merekam selama 3 bulan. Tentunya trade off yang didapat adalah frame rate rekaman menjadi semakin rendah katakan 5-6 fps.

Jika durasi rekaman 1 hard disk selama 3 bulan, maka hard disk yang diperlukan adalah 12/3 = 4 hard disk.

Bedanya dengan fitur mirroring? Dengan fitur mirroring hasil rekaman sebelumnya masih dapat diputar saat dilakukan penggantian harddisk. Sedangkan backup cara ini tanpa fitur mirroring otomatis rekaman sebelumna menjadi tidak ada karena harddisk diganti dengan yang baru.

Dan pastikan DVR yang akan digunakan support/ bisa membaca harddisk yang isi rekamannya berbeda tanggal dan waktunya. Hal ini harus dipastikan dari awal karena harddisk backup-an/ archive akan diplayback menggunakan DVR jika dikehendaki untuk dilihat. Akan lebih baik lagi jika harddisk tersebut bisa diplayback via PC.

Demikian tips dalam melakukan back up data pada harddisk, semoga bermanfaat!