Bermacam-macam DVR turut unjuk gigi dalam instalasi CCTV, hal demkian yang membuat para produsen semakin bekerja keras menciptakan berbagai produk dengan keunggulan yang dengan tujuan untuk menarik pengguna Instaslasi CCTV. salah satunya dengan memberikan kualitas yang tinggi, fitur yang lengkap ada juga produsen yang tak segan memberikan harga murah dagar produknya mennjadi semakin digemari.

Namun untuk kali ini kami CCTV Garuda Semarang tidak akan membahas mengenai banrolan harga setiap produk. Kali ini DVR Standalone  yang menjadi sorotan kami, DVR Standalone adalah DVR yang berdiri sendiri tanpa memerlukan PC lagi. Bentuk pada umumnya adalah seperti pada gambar di atas, walaupun tidak menutup kemungkinan ada juga bentuk yang lain. Sebagai media penyimpan data (baca: rekaman video) digunakan hard disk yang harus dipasang di dalamnya. Pada beberapa merk DVR, hard disknya dimasukkan dulu pada satu wadah yang disebut HDD rack yang dilengkapi kunci, sehingga bisa dicabut-pasang tanpa harus membuka casing sama sekali.

DVR Stand-Alone merupakan alat perekam yang sangat mudah digunakan, Dengan alat perekam ini memungkinkan Kamera CCTV anda bisa diakses atau di monitor dari mana saja di seluruh dunia dengan menggunakan kabel telpon, internet dan hand phone yang sudah support GPRS / 3G. Beberapa model terbaru dengan tambahan--fitur , motion dectection, remote viewing, MPEG-4 & H264 video format, sistem backup yang mudah baik itu ke USB, CD RW, DVD RW dan bisa diakses lewat LAN ataupun Internet .

Alat rekam ini terdiri dari 4 channel, 8 channel , 9 channel dan 16 channel yang merekam secara digital ke hardisk dengan 4 metode yakni :

  • Nonstop 24 Jam Full record
  • Time Schedule atau pengaturan berdasarkan jam yang diinginkan
  • Motion atau merekam hanya berdasarkan jika camera menagkap gerakan
  • Alarm , yakni merecord ketika alarm berbunyi ( Optional )

 

Beberapa kelebihan menggunakan DVR Standalone:

  • Praktis siap pakai tanpa harus menginstall software
  • Stabil
  • Setup online lebih mudah
  • Rekaman otomatis dilanjutkan jika listrik sudah pulih dari pemadaman
  • Bisa langsung dihubungkan ke TV Tabung / CRT melalui output Video Input RCA
  • Tidak memerlukan komputer (PC).
  • Mudah dalam mencari hasil rekaman (search atau playback).
  • Bisa disambung ke jaringan LAN dan diakses dari Internet dengan memakai PC atau Laptop.
  • Ada input dan output untuk disambungkan dengan sensor alarm, sehingga DVR hanya merekam pada saat sensornya terlanggar. Cara ini bisa menghemat hard disk.
  • Dilengkapi remote control untuk memudahkan pengoperasian.
  • Beberapa tipe ada yang dilengkapi dengan mouse untuk memudahkan setting menu.
  • Ada fungsi backup untuk video clip (di-save dalam USB Flash).
  • Operasi non-stop 24 jam.
  • Rekaman tetap dilanjutkan setelah listrik pulih dari pemadaman.
  • Proses format hard disk relatif singkat.

 

Kekurangan:

  • Terlalu banyak tombol, sehingga bisa membingungkan pemakai dalam mengoperasikannya.
  • Pada beberapa tipe, setting menu-nya cukup merepotkan, apalagi pada ti[ yang tidak support mouse.
  • Panas komponen yang berlebihan.
  • Setting sensitivitas pada mode motion recording pada umumnya sulit.
  • Bunyi fan yang berisik.

 

Secara umum pemilihan DVR standalone bisa dikaitkan dengan kebiasaan konsumen sendiri. Konsumen yang jarang memakai atau kurang menyukai komputer, umumnya lebih memilih DVR tipe ini. Selain itu, pertimbangan harganya lebih ekonomis, karena customer tidak perlu repot membeli PC lagi.

Semoga bermanfaat!