Standard Camera (disebut juga Box Camera)
Box camera pada umumnya dijual belum termasuk lensa, sehingga vendor menawarkan banyak pilihan yang tergantung jenis lensanya. Misalnya, box camera dengan lensa standard 4 mm (fixed iris) cocok dipakai untuk lokasi-lokasi publik, seperti: Lobby hotel, areal parkir, lobby bank (banking hall), ruang tunggu tamu dan area lain seperti itu. Sedangkan lensa 12mm auto-iris (bisa) dipakai untuk:  koridor hotel, pintu masuk parkir basement, selasar dan area-area memanjang sempit lainnya.

Dome Camera
Dome camera cocok digunakan di dalam ruangan (indoor), karena bentuknya tidak mencolok dan tidak mengganggu estetika ruangan. Warna casing biasanya putih atau hitam. Pemasangan yang umum adalah di langit-langit (ceiling). Pada beberapa produk, bagian camera di dalamnya tidak terlihat jelas, karena kubahnya berwarna gelap. Dome terbaru memiliki pengaturan 3-axis. Jadi posisi dome bisa dipasang bebas (miring, tegak, bahkan dipasang di dinding), tanpa khawatir gambarnya jadi terbalik. Hal ini dimungkinkan, karena camera di dalamnya bisa diputar-putar ke arah yang sesuai.

Bullet Camera
Bullet 
camera ada yang indoor ataupun outdoor. Aplikasinya disesuaikan dengan keadaan sekitar, sehingga belum tentu cocok di ruangan dengan estetika tinggi. Namun, kebanyakan dari jenis weatherproof dipasang di outdoor dan dilengkapi dengan lampu infra merah (infra red lights) agar menghasilkan gambar yang jelas di malam hari pada jarak tertentu, walaupun kondisi gelap total. 

Miniature Camera
enis ini tegolong langka dalam pemasangan, kecuali di tempat yang sengaja dirahasiakan oleh pemiliknya. Tujuannya untuk mengamati orang di ruangan tertentu,  misalnya karyawan yang dicurigai curang dalam bekerja atau mengamati tamu. Untuk itu -karena ukurannya kecil- camera tipe ini bisa ditempatkan di balik sesuatu, misalnya lukisan, lemari, pajangan dan lainnya. Bahkan ada yang memasangnya di balik jam dinding yang dilubangi!

Board Camera
Board camera tidak lain adalah bagian dalam dari miniature camera itu sendiri atau bagian dalam dari camera jenis dome. Seperti terlihat pada gambar, maka padanya sudah terpasang board lens, baik yang biasa (gambar samping) maupun pinhole (gambar di bawahnya).
Selama spesifikasinya sama, maka bentuk camera tidak berpengaruh pada hasil gambar. Artinya, tampilan gambar dome camera relatif sama dengan box camera yang keduanya memiliki spesifikasi sama.

Lux
Istilah camera yang sering menjadi unggulan adalah lux. Dalam bahasa sederhana, lux menyatakan intensitas cahaya mininal yang diterima oleh chip CCD untuk menghasilkan gambar yang baik. Tidak salah juga bila diartikan sebagai kepekaan (sensitivitas) dari suatu camera. Camera ber-lux rendah (misalnya 0.01 lux) diklaim bisa bekerja dengan baik pada level cahaya rendah (remang-remang). Lux adalah satuan SI untuk pencahayaan (illuminance) atau setara dengan lm/m2 (lumen per meter persegi). Dalam spesifikasi camera parameter lux ini seringkali disebutkan, misalnya 0.1lux, 0.3lux, 1.0 lux dan sebagainya. Untuk "membayangkan" seberapa terang 1 lux itu.

Kondisi

Perbandingan Iluminansi

Sinar matahari langsung (Direct Sunlight)

100.000  -  200.000 LUX

Siang hari terang (Full Daylight)

10.000  –   90.000 LUX

Mendung di siang hari (Overcast Light)

1.000 LUX

Lampu  kantor (Office Light)

400 LUX

Senja menjelang maghrib (Dusk Light)

100 LUX

Saat terbenam matahari (Twilight)

10 LUX

Awal malam (Deep Twilight)

1 LUX

Bulan purnama (Full Moonlight)

0.1 LUX

Bulan sabit (Quarter Moonlight)

0.01 LUX

Malam tanpa bulan (Moonless night) 

0.001 LUX

Mendung di malam hari (Overcast night)

0.0001 LUX


Camera IR 
(infra red)
Dalam spesifikasinya disebutkan dapat bekerja pada intensitas 0.00 lux. Artinya pada kondisi gelap total sekalipun, objek masih dapat tertangkap oleh camera (lampu IR LED-nya menyala). Padahal, kita tidak dapat melihat kondisi aslinya secara langsung dengan mata telanjang. Adapun “LED” adalah sebutan untuk lampu yang menghasilkan cahaya infra merah dalam intensitas kecil, biasanya dipasang di sekeliling lensa dengan jumlah tertentu.

Baguskah camera dengan lux kecil?
Bagi kondisi tertentu, camera lux kecil memang diperlukan karena bisa menangkap objek dalam cahaya yang rendah. Tetapi,  di sisi lain camera menjadi sangat sensitif, sehingga gambar justru menjadi silau di siang hari. Untuk itu ada parameter lain untuk mengimbangi hal ini, yaitu F Stop. 

F Stop

F1.2

F1.4

F2.0

F2.8

F4.0

F5.6

Min.Light (lux)

0.3

0.4

0.8

1.6

3.2

6.4

Max.Light (lux)

16.000

22.000

44.000

88.000

176.000

352.000

 

 

Misalkan, kita memakai lensa dengan F (Stop) 1.2. Maka, menurut tabel sesungguhnya cahaya yang diperkenankan masuk adalah antara 0,3 lux sampai dengan 16.000 lux saja. Padahal pada siang hari yang cerah, level cahaya di luar rumah bisa mencapai 85.000 lux. Hal ini bisa mengundang masalah yang cukup serius di beberapa instalasi, yaitu hasil gambar menjadi silau (whiting-out). Untuk menahan level cahaya yang besar, bisa saja kita memilih lensa dengan F Stop besar. Akan tetapi  perlu diingat, hal ini akan mengurangi kemampuan camera pada level cahaya rendah pada malam hari. Di sini seperti terjadi trade-off antara F Stop dengan intensitas cahaya di lokasi pemasangan.
Setelah mengetahui pengaruh F Stop, maka sekarang kita dapat memahami mengapa ada camera yang menghasilkan gambar silau pada siang hari. Lantas, bagaimana dengan lensa auto iris, apakah cukup efektif dalam mengatasi problematika silau ini?
Telah disinggung pada bahasan lalu, bahwa lux memegang peranan dalam menentukan hasil gambar. Camera dengan lux kecil memang sensitif pada malam hari, tetapi di siang hari cenderung akan silau. Kali ini akan kami jelasakan peranan F Stop dalam kaitannya untuk mengatasi masalah silau ini.

Pengaruh F Stop terhadap Depth of Field

Sejujurnya kami bukan seorang fotografer, baik amatir apalagi profesional, sehingga sulit menjelaskan fenomena ini dari sisi teknik fotografi. Namun, apa yang kami coba beberapa tahun lalu terhadap dua jenis lensa dengan F Stop berbeda memperlihatkan secara jelas betapa berpengaruhnya nilai F Stop ini terhadap hasil gambar.
Depth of Field menyatakan perbandingan antara area yang fokus dengan yang kabur dalam satu frame.  Depth of field yang besar akan memiliki area fokus yang luas. Artinya, objek dekat maupun jauh akan tampak jelas. Sebaliknya, depth of field yang kecil hanya memiliki sebagian area saja yang fokus, selebihnya kabur. Depth of field ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.  Lensa sudut lebar (milimeter-nya kecil) umumnya memiliki area fokus lebih luas ketimbang lensa zoom.  Sedangkan nilai F stop lensa yang besar memiliki area fokus yang besar juga. Pada lensa auto iris, penyesuaian aperture (F Stop) ini akan selalu diikuti dengan variasi depth of field secara konstan. Depth of field cenderung akan mengecil pada malam hari,  karena pada saat itu lensa auto-iris akan terbuka penuh. Akibatnya, objek yang tadinya tampak fokus di siang hari, pada malam hari bisa menjadi tidak fokus lagi.
 

Kesimpulan yang bisa diambil  terhadap masalah ini adalah:
1.   F Stop (atau biasa disingkat F saja) merupakan parameter lensa yang berhubungan dengan kemampuan lensa tersebut dalam menahan cahaya masuk.
2.   Nilai F yang kecil akan meloloskan cahaya lebih banyak daripada F yang besar.
3.  F yang besar lebih dibutuhkan pada siang hari (seperti pada percobaan di atas). Sedangkan untuk malam hari –jika tidak terlalu kritis-  objek yang gelap bisa dibantu dengan penerangan tambahan. Ini lebih kami sukai ketimbang mengandalkan perubahan F stop.
4.  Kualitas lensa tidak hanya dilihat dari parameter F stop saja. Jadi, lensa dengan F besar tidak dikatakan lebih baik kualitasnya daripada F yang kecil.
5.  Selain oleh F stop, kualitas hasil akhir gambar ditentukan juga oleh: resolusi camera, kualitas ccd, format camera, kualitas DVR dan TV monitornya sendiri. Jadi dalam menentukan kualitas gambar, parameter F Stop tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya acuan. 
6.  Untuk aplikasi outdoor ada yang menyarankan agar kita menggunakan lensa dengan F Stop yang variabel, yaitu auto iris.

ICR (Infra Red Cutoff Removable)
Camera yang mencantumkan spesifikasi ini akan bereaksi terhadap lampu infra red tambahan. Jadi agar dapat melihat dalam kondisi gelap total, camera ini dapat dibantu oleh lampu infra red external.

DSS (Digital Slow Shutter)
Jika disebutkan DSS (Digital Slow Shutter), maka sekalipun camera ini diberi infra red tambahan, tetapi  gambar akan tetap gelap.

IR LED
Menyatakan camera ini telah dilengkapi dengan lampu infra red. Pada keadaan gelap, lampu led IR yang berupa bintik-bintik merah di sekeliling camera akan otomatis menyala. Dalam keadaan ini, maka gambar yang dihasilkan menjadi hitam-putih. Sedangkan pada siang hari lampu IR ini akan mati secara otomatis dan gambar yang dihasilkan akan kembali berwarna.

Without D&N and ICR
Artinya camera ini tidak dilengkapi feature Day&Night dan Infra Red Cut Filter Removable.

WDR (Wide Dynamic Range)
Dengan feature ini komposisi cahaya di latar belakang tidak akan menyilaukan atau menggelapkan hasil gambar, sehingga tampilan yang dihasilkan menjadi optimal.

FLICKERLESS (Ind.bebas kedip)
Fungsinya agar camera tidak berkedip-kedip pada saat berdekatan dengan sumber yang mengganggu seperti lampu TL (neon) atau frekuensi listrik 50Hz yang ada di sekitarnya.

AUDIO (Optional)
Camera yang dilengkapi fungsi audio bisa mendengarkan suara melalui microphone yang dipasang di dalam camera. Optional menyatakan sifatnya belum built-in sehingga untuk itu diperlukan alat tambahan lagi, yaitu berupa audio board.

PIXELS
Pixel adalah singkatan dari picture element, yaitu satuan terkecil yang menyusun suatu gambar. Makin besar nilai pixel, gambar yang dihasilkan makin halus. CCD 270K pixel artinya chip ccd tersebut mampu menampilkan sebanyak 270.000 elemen.  K menyatakan kilo yang artinya 1000.

AGC
Auto Gain Control, level sinyal diatur secara otomatis sehingga diperoleh kualitas gambar yang tetap optimal pada level cahaya yang berubah-ubah

BLC
Back Light Compensation, suatu teknik untuk mengurangi kuat cahaya dari latar belakang, sehingga objek yang ada di depan cahaya tersebut tetap terlihat jelas (tidak tenggelam di dalam cahaya itu).

W/B AUTO/HOLD
W/B artinya white balance (Ind.keseimbangan putih), yaitu suatu pengaturan keseimbangan antara warna dasar red, green dan blue dalam teknik warna. Rangkaian white balance dikatakan baik apabila perpaduan warna dasar tersebut dilakukan dengan akurat (proporsional), sehingga gambar akan tampak alami, tidak condong ke salah satu warna dasar tadi. Contoh untuk ini adalah bagaimana hijaunya warna daun dibandingkan dengan aslinya atau coklatnya kulit manusia dibandingkan dengan aslinya.

AUTO/HOLD
artinya bisa dipilih, apakah white balance ini akan diatur secara otomatis oleh camera (auto) ataukah diatur sendiri oleh pemakai pada menu.